Google

Welcome, Selamat datang , Marhaban, Wilujeng sumping, Sugeng rawuh. Thank you, Terima kasih, Jazakallah, Haturnuhun, Maturnuwun. SEV PASCAL .

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 09, 2009

SEBUAH OPINI


Aku dihadapkan pada dua persoalan yang susah-susah mudah, mudah-mudahan ada pendapat lain dari pengunjung blog ini selain pendapat aku sendiri. Setuju, tidak setuju, atau ada pendapat lain? ya silahkan

begini persoalannya:

  1. IDEALANYA SEORANG ANAK ITU LAHIR DARI CINTA KASIH SUAMI ISTRI TETAPI BAGAIMANA DENGAN ANAK YANG LAHIR DARI HASIL PERKOSAAN.
  2. CINTA ITU LUMRAHNYA ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TETAPI BAGAIMANA DENGAN CINTA ANTARA SESAMA JENIS SEPERTI LAKI-LAKI DENGAN LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN DENGAN PEREMPUAN.

Dan di bawah ini merupakan tanggapanku

  1. Pada hakikatnya seperti apa yang diutarakan oleh john lock seorang pakar pendidikan inggris, beliau mengatakan bahwa sesungguhnya seorang anak itu ibarat kertas putih, maka speerti apa nantinya itu tergantung dari pada siapa dan apa yang dituliskan padan kertas itu yang maksudnya bahwa kelahiran seorang anak baik itu dari hasil perkosaan, hamil di luar nikah atau pun hasil pernikahan resmi seorang anak yang baru lahir ibarat kaset kosong yang siap direkamkan apa saja padanya. Dia tidak berdaya, dia tidak berdosa karena anak tersebut sesungguhnya tak pernah meminta untuk dilahrikan ke dunia terlebih lagi jika dia terlahir dari orang tua yang bermasalah. Maka dalam kasus ini saya sendiri melihatnya ke pada dua segi, satu kepada kondisi si anak yang dilahirkan dan pada kondisi si ibu yang melahirkan. Dari sudut si anak yang dilahirkan saya berpendapat bahwa apapun yang terjadi jika memang dia sudah lahir ke dunia maka orang tuanya dalam hal ini ibunya (si ayah sudah barang tentu tak akan mau peduli), tetap bertanggung jawab untuk menghidupi, memberikan kasih sayang dan memperlakukannya sebagaimana perlakuan seorang ibu pada anaknya karena sudah disinggung di awal bahwa anak itu tetap tak bersalah. Tapi saya sendiri memahami bahwa walau bagaimanapun juga seorang ibu yang melahirkan anak dari hasil perkosaan sudah barang tentu akan sangat memiliki beban yang tak terhingga baik itu beban mental maupun psikis yang harus dihadapi baik dari lingkungan sekitar maupun beban atas masa depannya. Biasanya mereka kebanyakan enggan menerima anak hasil perkosaan bahkan ada kecenderungan membencinya. Tak jarang pula wanita yang telah diperkosa mengalami trauma yang berkepanjangan seperti fobia terhadapa laki-laki dan tak sedikit juga yang ingin mengakhiri hidupnya akibat beratnya beban yang dihadapinya.
  2. Bicara mengenai cinta sudah pasti tak kan ada habisnya, cinta memang lumrah dan alamiah bagi makhluk bernyawa karena baik disadari ataupun tidak cinta adalah kurnia Tuhan yang terindah yang diberikan dari mulai zaman Adam dan Hawa hingga pada kita anak cucunya, namun cinta yang disebutkan diatas adalah cinta alamiah yang tidak bertentangan dengan norma agama, sosial masyarakat dan adat budaya, Namun apabila cinta sudah disalahkprahkan maka yang timbul pada akhirnya adalah kerusakan dan kehancuran. Cinta sesama jenis (dalam hal ini cinta birahi) adalah sangat tidak berdasar serta melawan hukum agama dan norma karena cinta seperti ini bukan cinta kodrati yang digariskan oleh Tuhan pada manusia. Tuhan memang memberikan cinta yang berdasarkan birahi kepada manusia karena Tuhan ingin agar manusia dapat mempertahankan spesiesnya di permukaan bumi ini, agar manusia bisa beregenarsi dan beranak cucu hingga akhir dunia dan ini hanya bisa terjadi jika cinta tersebut adalah cinta yang kodrati antara manusia yang berlainan jenis, antara wanita dan pria sehingga dengan ikatan pernikahan yang sah mereka akan mendapatkan keturunan dan kehidupan yang tenteram dan tenang dalam mengharungi kehidupannya yang sesaat hingga mereka mendapatkan penerus-penerusnya untuk terus berupaya dan berusaha di dunia ini. Banyak kisah buruk dewasa ini yang terjadi akibat cinta sesama jenis baik itu oleh kaum homo atau gay maupun lesbi. Yang paling menyita perhatian kita akhir-akhir ini adalah kisah cintanya si Ryan Tukang Jagal Dari Jombang. kita tentu tahu dan mengikuti perkembangannya. sekali lagi saya ingin mengajak kita untuk merenung bahwa sesungguhnya Tuhan menciptakan makhluknya berpasangan agar saling mengisi maka ikutilah naluri alamiah kita yang telah digariskan oleh tuhan bukan oleh hawa nafsu semata agar kita senantiasa mendapat ridho dan kebahagiaan di dunia ini.

Jumat, Februari 01, 2008

Menjadi CPNS Dengan Cara Apa?

Lagi-lagi bicara fakta, aku ingin sedikit cerita atas mental masyarkat kita dewasa ini dari segi suap menyuap, sogok menyogok, dan hal seprti itu lainnya. Di sini di kota di mana aku beraktifitas sehari-hari ketika lahan kehidupan pada sektor ekonomi terbatas,ketika jumlah penganggiuran kerah putih semakin banyak, ketika orang enggan menjadi pekerja kasar karena alasan pendidikannya dan karena di sini tak ada pabrik atau sektor sejenis yang dapat menampung tenaga kerja yang dari tahun ke tahun semakin meningkat menyebabkan sektor pemerintahan dalam hal ini lowongan untuk menjadi PNS atau Pegawai Ngeri Sipil semakin di minati saja. Hal ini wajar memang mengingat sektor swasta di sinipun belum dapat memberikan banyak kontribusi dalam menyerap jumlah tenaga kerja, diperparah mental masyarakat yang berpikiran bahwa menjadi pegawai negeri adalah pekerjaan enteng dan memberikan kepastian meskipun gaji yang di diapat tidak besar. Ibaratnya biar kecil tapi pasti mengalir dan jika pinjam uang ke Bank masih dapat dipercaya karena ada agunan SK alias surat keterangan sebagai PNS.


Tetapi persoalan yang mendasar adalah untuk menjadi abdi negara ini sudah menjadi rahasia umum (kalau aku boleh bilang begitu) untuk menyiapkan sejumlah uang sebagai duit sogok agar diterima atau setidaknya mempunyai channel atau link di kalangan atas. Dan rumornya percaya atau tidak meskipun aku tak berani bilang 100 persen ya mungkin antara 70% yang sogok+ AMPI ada 30% yang murni dan memang berhak menjadi PNS karena kemampuan dan pendidikannya atau ibaratnya menjadi penutup kejelekkan dengan kebenaran. Tapi yang aku soroti di sini adalah tentang sogokkan dan AMPI yang sesunggunnya terjadi bukan hanya pada penerimaan CPNS saja tapi juga pada banyak sektor lain, semoga aku tak menjadikan ini sebagai suatu fitnah, karena fitnah itu berlaku jika aku "menunjuk hidung" individu tertentu atau nama tertentu. Aku di sini hanya berusaha agar kita semua dapat berfikir postif serta dapat mengambil "ibrah" atau perenungan dari tulisan aku ini. Tapi jika ada yang merasa tentulah itu hanya anda dan Tuhan saja yang tahu...

Sudah sejak lama istilah AMPI dan Duit sogok ini meluas apabila menghadapi test penerimaan CPNS. Sebelum aku cerita mengenai apa itu AMI dan Duit sogok ada baiknya jika aku sedikit memberikan keterangan dari sudut padang mana aku bicara agar lebih realistis. Ya aku berusaha bicara dengan objektif dan tak ingin terlibat di dalamnya atau menjadi bagian yang dibicarakan dan aku juga tdiak merasa bahwa apa yang kubicarakan adalah kebenaran mutlak sebab kebenaran mutlak hanya milik Tuhan semata, sehingga apa yang kutulis di sini adalah pemikiran objektif aku selaku rakyat kecil yang tak memilki uang banyak dan juga tak punya sanak saudara yang menjadi pejabat, tetapi tetap dalam kerangka logika dan menjunjung tinggi etika kebeneran.

Menjelang penerimaan CPNS, seperti yang diungkapkan seseorang pada aku yang mennginginkan agar anaknya lulus CPNS dia rela menyiapak uang sejumlah lebih dari 30 juta hany untuk meluluskan jalan agar anaknya diterima atau lulus, maka diapun kasak-kusuk mencari orang yang bisa memberikan kemudahan atau akses agar anaknya lulus dan setelah ketemu dengan orang yang dimaksud maka diapun mulai tawar menawar harga sogokkan.
Sebagai informasi di sini nilai uang sogok untuk menjadi PNS dari lulusan S1 adalah sekitar 65 juta dan lulusan SMA sekitar 40 juta rupiah. Sebenarnya kenapa orang rela memberikan uang sebesar itu yang notabene itu bukan jumlah uang yang sedikit (untuk ukuran aku) sementara apabila luluspun untuk dapat mengembalikan uang sebesar itu perlu waktu yang cukup lama dan juga bergantung pula pada kondisi ekonomi dia saat sebelum menjadi PNS. Sebagai gambaran untuk S1/sarjana apabila dia sudah menjadi PNS maka gaji yang dia dapat untuk ukuran sekarang ini adalah sekitar Rp. 1.600.OOO,- dan selama masih menjadi CPNS adalah 80% dari gaji pokok dan ini berlaku sekitar 1 sampai 2 tahun sebelum benar-benar diangkat menjadi PNS. Taruhlah dia sudah menjadi PNs maka untuk dapat mengembalikan duit sogokan yang telah dia keluarkan sebanyak Rp 65.000.000 adalah dengan melakukan perhitungan lamanya waktu dia mengumpulkan duit dari hasil gajinya. dalam hal ini seluruh gaji totalnya dianggap disimpan untuk mengganti uang sogokkan sehingga perhitungannya adalah:
1.600.000x12bulanx.....tahun=65.000.000
atau dengan dengan variabel maka ---->(1.600.000x 12)xn=65.000.000
---------------------------->19.200.000n=65.000.000
maka n=65.000.000/19.200.000=3.3854166666666666666666666666667 tahun
atau dengan pembulatan 3.4 tahun. Ya waktu yang cukup lama untuk ukuran aku.
nah yang menjadi persoalan adalah waktu 3.4 tahu tersebut adalah waktu mutlak yang artinya dengan gaji yang konstan segitu diapun tak mendapatkan gaji sepeserpun dari gajinya karena seluruhnya disimpan untuk mengembalikan duit sogokkan. Ini adalah hal yang sangat sulit dilakukan terutama oleh PNS yang memang dasar ekonomi awalnya tidak mencukupi. Waktu pengembalian selama 3.4 tahun ini hanya bisa berlaku untuk PNS yang kehidupan sebelumnya lumayan mapan dalam artian mungkin salah satu pihak mempunyai penghasila lain, jika istrinya yang menjadi PNS maka suaminya mempunyai penghasilan lain untuk menghidupi keluarga dan begitu sebaliknya, atau mungkin juga bergantung kepada orangtuanya atu bisinis lain. Namun apabila ternyata pNS tersebut hanya mengandalkan dari gajinya semata maka ini adalah hal yang sulit untuk mengembalikan duit sebanyak itu hanya dalam jangka waktu 3.4 tahun. Nah di sinilah perosalan baru justru muncul, akibat dia merasa telah banyak berkorban untuk menjadi PNS maka diapun akan cenderung berpikir bagaimana mengembalikan uang yang telah dikeluarkan tersebut secepat mungkin dan seefisien mungkin sehingga kalu bisa tanpa mengurangi gaji yang diterimanya.Adalah hal yang lumrah orang berfikir demikian sebab jarang ada yang mau berkorbansia-sia (there is no free lunch kata orang kulonnya) maka diapun mungkin bisa saja melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh seorang abdi negara seperti melakukan korupsi. Kata korupsi di sini mengacu kepada banyak hal. Bisa korupsi yang sesungguhnya dan bisa juga korupsi waktu dalam artian dia akan berusaha mencari pendapatan lain dengan cara melakukan usaha lain pada jam dinas agar uang yang telah dikeluarkannya itu bisa kembali.

Bicara mengenai AMPI yang dalam hal ini merupakan sebeuah bentuk dari kolusi yang entah kenapa ini seakan menjadi bagian dari masyarkat kita. AMPI di sini adalah akronim dari Anak Menantu,Ponakan dan Ipar/Istri yang menjadi skala prioritas utama seorang yang memegang amanah (pejabat) dalam memudahkan dan bahkan memperlancar AMPINYA itu untuk menjadi PNS. Kenapa ini bisa terjadi? sebenarnya ini hal yang wajar mengingat setiap orang ingin agar sanak saudara atau keturunannya mendapatkan kemudahan dalam khidupan mereka, hal ini juga bisa dipengaruhi oleh rasa sayang, cinta dan kepedulian terhadap keluarga dan tentu tidak salah jika memang AMPInya itu memilki kemampuan yang sesuai dan kapabilitas dan memang lulus murni. Tetapi akan tidak wajar apabila sesungguhnya AMPInya itu sebetulnya tidak kapabel dan tidak layak dia mendapatkan hak tersebut.
Misalnya Si A adalah istri dari pejabatB yang memang mempunya akses mudah dalam menenentukan kelulusan seseorang menjadi PNS, maka diapun dengan mudahnya meluluskan istrinya itu meskipun sesungguhnya istrinya itu tidak layak lulus baik dari segi intelegensi maupun skill. Ternyata kelulusannya ini merupakan kelulusan hasil menggeser orang yang nilainya cukup tinggi dan memang memiliki kapabilitas untuk mendapatkan posisinya itu namun sayangnya dia tak mempunyai duit untuk sogokkan dan juga tak mempunya sanak saudara yang menjadi pejabat. Nah jadilah dalam hal
ini istri pejabat dan pejabat tersebut ini menzalimi orang tadi dan secara tidak langsung memakan hak orang lain hanya karena kewenangan yang dimiliki suaminya meskipun mungkin orang yang dizaliminya itu tidak tahu menahu.

Bicara mengenai hukum, ya kalau hukum dunia itu adalah lumrah orang sering lepas dari jeratannya karena hukum dunia ini kadang bisa dipermainkan. Dan sesungguhnya hukum dunia ini tak mutlak sama sekali. Kenapa kok bicara hukum apa kaitannya? Ya meskipun aku orang yang awam hukum tapi aku juga belum mendengar ornag yang menjadi pNS akibat nyogok kena jerat hukum atau memang tak ada pasalnya kali ya? namun apabila bicara hukum agama yang merupakan hukum mutlak pemberian Tuhan sedikit banyak aku pernah mendengar seorang ustad yang ditanya mengenai halal haramnya duit gaji PNS hasil dari nyogok. Menurutnya ada 2 hal yang menjadi landasan halal-haramnya yakni:
1. Apabila dia memang kapabel dan layak serta nilainya memang pantas menjadi PNS tetapi setelah lulus dia dimintai uang sogokkan meskipun dia akhirnya memberikannya karena posisi PNS tadi memang layak namun mungkin terpaksa agar dia tidak tergusur oleh orang lain maka gaji yang didapatnya halal ;
2. Apabila dia dia memang tak mempunya kapabilitas atau mungkin nilainya kecil dan tak layak menjadi PNS karena kemampuannya itu tapi dia bisa lulus atas bantuan sogokan dan atau karena AMPI pejabat maka duit yang didapatnya adalah HARAM.Dan dosanya sudah barang tentu akan berlipat jika ternyata dia mnggusur orang lain yang memang lebih berhak darinya. "Wallahu alam bishawab"

Nah sekarang yang menjadi pertanyaan bagi siap saja yang tergolong ke dalam kelompok kedua khususnya bagi anda yang muslim apakah kita mau memberi makan keluaraga (anak,istri) dengan uang haram/ ingat apa yang mereka makan tentu akan menjadi darah daging yang membentuk keperibadian dan watak mereka juga. Apakah kita ingin keluarga kita menjadi pendosa atas apa yang kita lakukan. Naudzubillahimindzalik. Semoga Allah memberikan rezki yang lebih baik bagi kita umumnya dan aku khsusunya agar terhindar dari azab Allah yang sangat pedih.

Negara Pailit Rakyat Kian Menjerit

Dari hari ke hari, bulan ke kebulan dan tahun ke tahun aku, sebagai seorang rakyat kecil merasakan bahwa perekonomian negara ini belum mengalami perbaikan yang berarti bahkan yang kurasakan sebaliknya. Aku merasa segala biaya kebutuhan sehari-hari boleh dibilang mencekik leher. Mungkin usaha yang kulakukan masih belum maksimal sehinga kondisi yang kurasakan ini kian berlarut, tapi aku sendiri merasa aku sudah cukup berjuang namun hasil yang kudapat memang tak seperti yang kuharapkan, dan ketika aku melihat ke sekeliling ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan bahwa kondisi ekonomi negara ini makin terpuruk.

Sebagai contoh coba lihat kenaikan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari dari mulai sembako hingga biaya kesehatan dan pendidikan yang notabene ini adalah kebutuhan mendasar dari tahun ke tahun semakin mengalami kenaikan saja. Sebenarnya kenaikan harga dan biaya hidup itu lumrah karena hampir di seluruh negara di dunia ini pun mengalami hal yang sama, namun persoalannya akan lain jika kenaikan biaya hidup itu tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan sehingga dalam hal ini akibatnya akan seperti kata pepatah "besar pasak daripada tiang" sementara tiang penyangganya itu memang tak pernah diperbaharui dengan tiang yang lebih besar dan dari kehari tiang itupun semakin keropos dan lapuk dimakan usia.

Kembali ke masalah tiang, eh masalah ekonomi sebenarnya permasalahannya banyak sekali dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukungnya yang memang tidak mendukung, ambil contoh: perekonomian akan stabil jika kondisi sosial politik masyarkat stabil, dan kondisi sosial politik akan stabil jika kondisi negara dan ekonominya baik, dalam hal ini ada suatu kesinambungan dari kondisi sosial politik dengan perkembangan ekonomi yang seakan-akan menjadi sebuah lingkran yang saling mempengaruhi satu sama lain. Tetapi dalam ilmu ekonomi "CMIIW" dan ilmu yang lainnya itu selalu saja ada faktor lain yang berpengaruh disamping faktor-faktor yang lumrah seperti disebutkan di atas seperti nilai tukar mata uang, kondisi alam, dan perekonomian global dunia. Tapi dalam hal ini aku hanya memandang dari sudut masyarkat kecil yang memang boleh dibilang "simplicity is my life" yang sering bertanya kenapa kehidupan di negara ini semakin sulit, sementara negara ini cukup besar, SDA cukup banyak, bahkan dengan populasi pendududuk yang besar merupakan sebuah lahan pemasaran yang menggiurkan tapi ternyata kondisi ekonominya jauh terpuruk dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Taruhlah kita coba bandingkan kondisi negara kita ini dengan Thailand, atau negara-negara yang baru bangkit perekonomiannya macam vietnam, wah-wah lagi-lagi kita sudah mulai ketinggalan. Ada apa ini? sebagai contoh sumber daya alam kita ini cukup besar dengan bentang wilayah yang merupakan negara terluas di asia tenggara, tapi coba bandingkan dengan Singapura berapa banyak sih SDA Singapura, Brunei, Malaysia ternyata negeri ini jauh melampaui SDA negara-negara tersebut. Aku sangat miris jika melihat fakta ini sebab seharusnya negara ini harus lebih baik kondisinya dibandingkan dengan kondisi sekarang ini.

Di sini saya tidak ingin sekali-kali menghujat, menyalahkan atau meperkeruh suasana pemikiran kita dengan tuduhan-tuduhan macam: Negara ini terpuruk karena banyak pemimpinnya korup. Karena hasil SDA banyak dicuri oleh kalangan dan individu tertentu, atau negara ini memang terpuruk karena SDMnya yang lemah, atau bahkan karena jumlah penduduk kita yang besarlah yang menyebabkan penataan negara ini lebih sulit dibandingkan dengan negara yang jumlah penduduknya sedikit. Aku tak butuh dan tak perlu pernyataan macam ini, bahkan aku akan bertanya kenapa hal itu bisa terjadi? pasti ada penyebab dan penyebab inilah yang harus kita ketahui dan cari solusi. Misalnya, Seoarang PNS akan korupsi karena memang pendapatnnya kecil atau belum dapat memnuhi kebutuhan hidupnya yang semakin tinggi yang diperparah oleh lemahnya penegakkan hukum oleh aparat yang berwenang, tapi aparat yang berwenangpun menjadi lemah karena mereka sendiri terlibat dalam mental korup itu hal ini menjadi sebuah mata rantai yang sulit untuk dicari solusi karena saling berkaitan ibarat rantai makanan dalam ilmu biologi. Sudah , menjadi kelaziman bagi mayoritas rakyat kecil yang ingin anaknya menjadi pegawai, polisi atau tentara merasa tak akan mungkin bisa masuk meskipun sebenarnya dia mempunyai kapabilitas untuk itu tanpa mempersiapkan uang sogokkan, meski mungkin hal ini ada juga pengecualian tapi dilapangan hal ini adalah suatu fakta yang telah diyakini dan diketahui bersama macam "TST" .

Rumitnya kehidupan ekonomi yang berpengaruh terhadap sosial politik di tingkat bawah membuat aku selalu terngiang kata-kata Seperti yang guru aku ucapkan ketika SD tentang lingkaran setan. Misalnya sebuah keluarga melarat akan cenderung menghasilkan keluarga yang melarat pula kenapa? Keluarga melarat yang punya anak akan sulit bagi anak-anaknya untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan mengenyam kesehatan yang baik dapat berpengaruh kepada kemampuan dan intelegensinya, sehingga kelak dia tak mendapatkan tingkat ekonomi dan pendapatan yang layak yang pada akhirnya akan membawanya kepada kemelaratan juga dan apabila dia berkeluarga dengan kemelaratannya dia akan menghasilkan keturunan yang tak berpendidikan yang layak juga dimana pada nantinya anak keturunan dari keluarga yang dihasilkannya juga akan sult mendapat pendidikan yang layak yang berpengaruh terhadap kehidupan ekonominya dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, akibatnya ketika dia juga mempunya keluraga pada keturunan ketiga dari keluarga melarat ini berketurunan maka keturunanyapun akan cenderung mengalami hal serupa beitulah pada keturnan selanjutnya. Ini adalah fakta yang berlaku di masyarakat pada umumnya. Meskipun pengecualian itu selalu ada. Contohnya seorang anak melarat karena mendapatkan jodoh dari keluarga kaya maka kehidupan keluargnya dan keturunannya akan menjadi lebih dan sudah tentu mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Atau seroang keluarga melarta yang tiba-tiba mendapatkan lotre atau hadiah besar inipun akn mempenagruhi kehidupan dan keturunannya kelak. tapi perlu diingat ada juga dan ada kalanya seorang kuarga yang kaya bisa menghasilkan keluarga atau keturunan yang miskin misalnya karena anaknya menyia-siakan kesempatan yang dimiliki ketika masih muda dan ketika orangtuanya cukup memberikannya pendidikan dia malah menolak untuk sekolah, menolak untuk mencari ilmu dan hanya menghamburkan kekayaan oranmgtuanay saja maka pada akhirnya ada kemungkinan diapun akan terjebak didalam garis kemiskinan. Dan masih banyak contoh lainnya.

Aku sedikit berpendapat untuk mengatasi problematika semacam ini yang harus dilakukan pertama kali adalah mengajak kita sebagi individu dan seluruh keluarga-keluarga Indonesia untuk menanamkan sikap malu pada diri sendiri jika kita mengambil apa yang bukan menjadi hak kita dan memupuk rasa persaudaraan sesama kita serta saling membantu seperti konsep yang ditawarkan oleh Islam dalam hal zakat. Zakat ini jika diimplementasikan dalam kehidupan negara sebenarnya pengaruhnya bisa cukup signifikan dalam memperbaiki keadaan ekonaomi negara ini cuma sayangnya mayoritas bangsa ini enggan dan fobia mengambil dan mengimplementasikan nilai ajaran agama dalam kehidupan formal negaranya.

Selasa, Januari 15, 2008

Lemahnya Perlindungan Negara Pada Rakyatnya

Tulisan ini merupakan tulisan bersambung di mana saya mencoba mempostingnya dengan berseri (untuk sementara waktu) hingga terkumpul sebuah postingan yang utuh.

Dari sekian banyak kasus yang menjadi permasalahan bangsa ini yang menjadi sorotan dewasa ini adalah lemahnya peran negara dalam membela rakyatnya yang ada di negara luar, baik yang bekerja sebagai TKW maupun TKI. Kenapa aku menyoroti persoalan ini? Karena aku merasa sebagai sesama anak bangsa dengan mereka yang berjuang mencari hidup di negara orang. begitu banyak kasus yang menimpa tenaga kerja kita yang berakhir dengan duka dan air mata tanpa tindak lanjut secara hukum. Begitu banyak duka yang menimpa keluarga TKI ini yang berakhir dengan kematian ataupun jeruji besi. Oh malangnya nasib para TKI..............



Jumat, Desember 28, 2007

Postingan Yang Kembali Di Postingkan

Hargai Orang lain=Hargai Diri Sendiri

Sebelumnya saya ingin menekankan sedikit mengenai masalah link back posting dari sumber tulisan yang kembali dipostingkan. Sebaik-baik tulisan postingan adalah sebenarnya hasil karya kita sendiri, jangan pernah menganggap bahwa tulisan kita tidak berbobot, jelek atau tak akan dibaca orang yang terpenting adalah usaha kita untuk menulis apa yang ingin kita tuliskan. Mengenai perkara menyadur atau mengkopi tulisan orang lain saya di sini berpendapat bahwa sekiranya postingan yang kita postingkan adalah hasil karya orang lain alangkah baiknya untuk dapat menghargai penulis asalnya dengan cara mencantumkan bahwa tulisan ini bersumber dari mana atau menuliskan link sumber.

Mungkin si penulis tidak keberatan jika kita mengkopi tulisannya meskipun kita tidak mengkonfirmasi pada penulisnya sendiri, tapi bagi saya adalah suatu beban mental apabila kita mempostingkan hasil pemikiran orang lain tanpa memberikan link asli dari sumber tulisan yang dipostingkan.

Kreatifitas kita adalah apa yang benar-benar kita tulis dan berasal dari fikiran kita sendiri atau bisa saja inspirasi yang ditimbulkan oleh tulisan orang lain tapi bukan dari hasil karya orang lain. Saya sendiri selalu berupaya jika memang tulisan yang saya postingkan adalah hasil karya orang lain maka saya akan menuliskan sumbernya atau link sumber. Kenapa saya melakukan hal itu? Ini adalah sebagai rasa hormat dan penghargaan saya bagi penulis tersebut atas hasil karyanya. Ingat hasil karya itu tidak hanya berbentuk seni tapi juga tulisan biasa yang mungkin saja bermanfaat bagi orang lain. Bukan saya mencoba menggurui namun alangkah baiknya di antara sesama kita untuk saling menghargai.

Saya sendiri menyadari bahwa di dalam dunia maya ini tidak ada yang menjadi hak pribadi semuanya bisa legal dan bisa saling ambil dengan atau tanpa izin si pemilik, karena dengan berani masuk ke dalam dunia maya dan berani menaruh hasil karya kita di dunia maya ini berarti harus selalu siap di ambil siapa saja dan kapan saja tanpa memandang batas wilayah, negara, bahasa dan lain sebagainya, namun alangkah baiknya jika apa yang kita tampilkan kepada orang lain adalah hasil jerih payah kita sendiri atau kalau tidak cobalah menuliskan link sumber karena dalam dunia cyber atau perinternetan sebenarnya ada hukum yang tak tertulis yang biasa disebit dengan Cyber etiket (silakan baca postingan saya tentang etika berinternet di sini.

Semoga ini bisa menjadi bahan perenungan kita bersama, untuk para blogger teruslah asah kreatifitas dengan menghasilkan tulisan-tulisan kretaif dan berbobot

Hidup Ini Cuma Sekali?

Perhaps Simplicity Is (part of) My Life

Bagiku kehidupan dunia ini sekadar perjalanan yang harus dilakoni sesaat karena walau bagaimanapun kita akan kembali ke alam yang kekal abadi dan untuk selamanya. Kenapa kok tiba-tiba ku menulis hal seperti ini, ya aku hanya sekedar meluahkan pemikiran yang aku fikirkan saat ini juga.
Kembali ke persoalan kehidupan mungkin jika diterawang lebih jauh kehidupan kita ini bagaikan sedang berlayar di samudera lepas, kadang badai menguncang, kadang kilat menyambar, serta kadang juga angin taufan menerjang, namun adakalanya juga lautan yang kita lalui ini tenang dan damai disinari hangatnya sinar mentari dengan hembusan angin sepoy-sepoy meniup basah ke sekujur tubuh menambah damainya suasana hati.


Begitulah kehiduan di dunia ini, kita tidak bisa lepas dari yang namanya persoalan, dugaan, rintangan, cabaran atau ujian yang selalalu menghadang meskipun disebalik itu semua memiliki makna dan ibrah yang bisa kita petik. Semakin banyak hidup kita didera dugaan, ujian, rintangan, dan cabaran dan kita bisa bertahan serta sanggup melewatinya dengan hati yang tenang dan penuh kebijakan maka semakin bijak dan dewasa lah kita dalam memandang dan menjalani kahidupan dunia sementara ini.

Kadang aku sering mendengar ungkapan "hidup ini cuma sekali maka menafaatkanlah sebaik-baiknya". Aku sebenarnya mempunyai dua pendapat atas persoalan ini yakni setuju dan juga tak setuju. Wah kalu begitu artinya aku plin-plan dalam berpendapat sehingga bisa setuju dan tidak setuju. Persoalannya bukan karena plin-plannya tapi karena aku memang melihat pendapat ini dari dua sisi yang berbeda.

Aku setuju kalau hidup ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tapi dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan keredhaan Tuhan bukan sebaliknya. Lalu apa contohnya? kita harus terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa hidup lebih baik di dunia ini baik dari segi rohani dan juga materi tapi kita juga tak boleh melupakan kehidupan yang akan datang sehingga membuat kita lalai untuk mencari bekal untuk hidup di alam sana. Aku juga setuju bahwa hidup ini memang sekali tapi, (ya ada tapinya) untuk di dunia ini saja memang benar hanya sekali sedangkan di alam sana kita akan terus hidup untuk selamanya.

Aku tak setuju jika dikatakan bahwa hidup ini sekali (titik) saja dan juga ku tak setuju jika kehidupan di dunia ini hanya dimanfaatkan sebaik-baiknya hanya untuk kesenangan duniawi semata, kenapa karena sesungguhnya ada kehidupan sesudah dunia dan itu kekal abadi.
Kenapa aku percaya ada kehidupan setelah dunia, apakah ini hanya sekedar doktrin semata dari agama yang aku anut?
Jawabanya bisa ya dan juga bisa tidak.
Ya agamaku memang mengajarkan bahwa ada kehidupan lain sesudah dunia ini yakni kehidupan yang kekal dan abadi dan keadaan kita hidup disana tergantung amalan kita ketika hidup di dunia ini, jika baik akan membawa ke surga dan buruk akan membawa ke neraka. Aku percaya hal ini sepenuh hati karena aku memang meyakini kebenaran agamaku.

Bisa juga tidak, maksudnya aku meyakini ada kehidupan lain sesudah dunia ini bukan semata dari doktrin agama yang ku anut tapi dari logika, pemikiran yang mendalam akan arti kehidupan, dan melihat bukti bahwa hidup manusia ini cuma sesaat sehingga muncul di benakku pertanyaan yang mendasari logikaku untuk menjawabnya. Kenapa manusia dan seluruh makhluk ini diciptakan kalau memang hanya hidup sesaat saja, bukankah Sang Pencipta menciptakan alam dan isinya ini untuk dimanfaatkan makhluknya. Lalu ke mana mereka yang sudah tiada di dunia ini? Kadang ku berpfikir mungkin di sinilah letak dari kelamahan otak manusia yang hanya memiliki pengetahuan bagai setetes air di tengah samudera.

Menurut pemahamanku bukankah manusia tidak hanya terdiri dari raga saja melainkan juga kita memiliki jiwa, seperti apa itu jiwa apakah berwarna hijau, merah kuning, atau seperti kacang goreng? Kenapa tidak tampak?
Pertanyaan seprti ini adalah logis namun kita juga harus bertanya kenapa kita bisa berbicara dan berkata-kata dalam hati tanpa ada orang lain yang dapat mendengarkan omongan kita? Kenapa kita bisa melakukan hal itu jika kita ini hanya sekedar raga saja.
Sebenarnya itulah jiwa kita yang sedang berkata.
Seperti halnya kita bisa merasakan sedih, marah, bahagia, kesal, damai, tenteram serta munculnya intuisi, kreatifitas, naluri serta hasrat di sinilah pembuktian bahawa kita memang memiliki jiwa. Ingat wujud dari suatu zat itu tidak selamanya bisa di indera oleh panca indera kita dan tidak selalu bisa berwujud secara fisik. Apa kita pernah melihat angin, melihat bunyi, meraba suara, melihat listrik? yang kita tahu cuma gejala dan akibat yang ditimbulkannya saja. jadi jangan pernah mencoba untuk berfikir bahwa kehidupan ini hanya fisik semata.

Pertanyaan lain yang muncul akibatnya adalah, Kemana jiwa kita setelah raga kita ditinggalkan apa melayang-layang saja tanpa arah?
Jawabnya tentu saja tidak dan ketika itulah jiwa kita akan pergi ketempat baru tempat yang kekal kembali kepada Sang Pencipta. Ini semua merupakan murni hasil pemikiran logika tanpa doktrin melainkan berdasarakan apa yang kupikirkan.

Lalu untuk apa kita hidup berlebih-lebihan di dunia ini? Pertanyaan ini tergantung kepada kita masing-masing. Aku sendiri memang inginnya hidup yang baik dengan segala kemewahanya, segala punya dari mulai rumah mewah, kendaraan mewah, ketenaran dan kebanggaan serta mempunyai seluruh kemewahan dan kemegahan dunia. Tapi hingga saat ini meski aku sudah berusaha sebisa mungkin toh aku tetap masih seperti ini, hidup dengan segala kekurangan dan segala keterbatasannya. Aku sebenarnya yakin mungkin masih ada yang kurang dengan usaha yang ku lakukan. Ya aku memang belum memaksimalkan seluruh sumber daya yang kumiliki sehingga hidup aku masih seperti ini juga. Namun pada akhirnya aku bahkan lebih menyadari bahwa kesederhanaan juga kadang membawa kedamain, dan hingga detik ini dengan keehidupan sederhana yang kujalani aku masih merasakan kedamaian hidup, aku merasakan kesederhanaan hidup yang kujalani rupanya masih bagian dari hidupku.

Kebahagiaan bisa ada di rumah mewah, kebahagiaan juga bisa muncul di gubuk reyot (baca juga postingan aku tentang kebahagiaan di sini). Kesedihan adap pada orang miskin namun kesedihan juga bisa muncul pada orang kaya. Cukup adilkan? (it is fair for me)
Aku tak mau mengeluh pada manusia karena manusia bukan tempat untuk mengeluh, aku hanya ingin mengeluh kepada Yang Mempunyaiku dan Penggenggam seluruh alam semesta ini. Seandainyapun kemewahan bukan bagian dari hidupku biarlah kesederhanaan bisa membahagiakanku dan dapat mendidikku menjadi manusia yang lebih tegar, dewasa dan siap menghadapi kehidupan yang akan datang dengan terus berusaha menegamalkan ungkapan "hidup ini cuma sekali maka menafaatkanlah sebaik-baiknya" dengan versi aku sendiri tentunya.
so, simplicity is (being) part of my life .


Selasa, Desember 11, 2007

Download Nasyid Is My New hobby


Lagu Nasyid

Aku dah lama tak posting ni, sebenarnya hampir tiap hari aku ngeblog dan meriksa blog aku ni, cuma entah kenapa aku malas sekali nak buat postingan. Sebenarnya yang paling menyita waktu aku ketika berselancar di internet akhir-akhir ni adalah download MP3 lagu-lagu nasyid. Blog nasyid yang aku kunjungi boleh dibilang cukup komplit lagu-lagunya termasuk lagu-lagu yang dari Indonesia dan tentu saja dari Malaysia. Terimakasih buat yang telah buat ni blog dan dapat dinikmati oleh semua orang.


Bagi aku mendengarkan lagu-lagu nasyid mempunyai kesan dan kenikmatan tersendiri. Terutama jenis nasyid yang termodifikasi yang tak hanya mengandalkan alat musik sederhana dan satu macam saja macam perkusi saja tanpa alat musik lainnya, tapi aku lebih menyukai jenis nasyid yang modern dengan alat musik yang lebih beragam. Meskipun demikian, segi dakwah yang ada pada lagu-lagu nasyid tersebut tetap merupakan yang utama apalagi jika lirik-lirik yang ditampilkan membuat hati aku menjadi tenang dan dapat membawa kepada kebaikan. Banyak hal yang membuat aku sangat tertarik dengan lirik-lirik lagu nasyid yang tak banyak ku dapat dari lirik lagu-lagu jenis lain.

Ketika mendengarkan lagu nasyid dengan lirik yang membuat hati tenang, aku merasakan suatu perasaaan yang membuat nyaman, berfikir tuk mencuba memeperbaiki diri, mengingat Tuhan serta dosa-dosa yang telah diperbuat, mengikat perasaan untuk lebih menyayangi dan menghormati orang lain sesama manusia dan sesama makhluk.

Mungkin ada sebgaian orang yang berangapan ni jenismusik adalah jenis eksklusif hanya untuk kalangan tertentu, misalnya para santri saja atau ustad atau penceramah. Sebenarnya menurutku itu pemikiran yang keliru, semua orang boleh menikmati jenis lagu ini karena banyak juga isi syairnya yang bersifat universal tapi tetap mengandung unsur ajakan yang membangun demi kebaikan manusia.

Alih-alih menampilkan syair-syair cengeng dan sekedar percintaan manusia yang sesaat dan dapat menjerumuskan, nasyid malahan mengajak kita hanya untuk benar-benar mencintai Sang Pemberi Kehidupan dan Sang Pencinta Sejati. Oleh itulah aku senang mendengarkan jenis lagu ni, meskipun macam itu akupun tak pula hanya mendengarkan jenis musik macam nasyid semata banyak juga jkenis musik lain yang ku senangi apalgi apabila di dalamnya mengandung nilai dakwah dan pesan moral yang membangun, memberi motivasi bagi kehidupan aku, memberikan semangat tuk terus berjuang, dan dapat memberikan nasehat bagi kehidupan duni dan akherat.

Tak payah juga dewasa ni kita dapatkan jenis-jenis lagu macam ini, banyak sekali penyanyi pop rock dan dangdut yang menyanyikan lagu-lagu yang bagus tuk di dengar dan mempunyai petuah yang tinggi. Di negara kita ni hampir tiap menjelang ramadhan dan Idil Fitri begitu banyak penyanyi yang menyayikan lagu-lagu Islami, entah kerna trend ataupun grab the chance atau apalah motivasinya yang jelas bagiku semakin banyak penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu yang sarat mengandung nilai dakwah semakin damailah hati ini dan semakin banyaklah orang Islam yang dapat termotivasi lagi.

Menurutku lagu macam ini adalah sebuah sarana 'dakwah' yang paling tepat bagi masyarakat yang hegemoni dewasa ini. Tak kira sesiapa dan di mana saja.
Bagi yang berpandangan musik tu haram aku punya sedikit pendapat meskipun ini murni pendapat dangkal saja tanpa mengandung dalil. Menurutku Tuhan itu adalah segala sumber keindahan, Tuhan menyenangi keindahan dan bagi manusia musik itu juga merupakan sebuah keindahan yang tentu saja salah satu keindahan kurnia Tuhan. Ibarat senjata semuanya tergantung penggunanya akan digunakan untuk apa senjatanya itu. Apakah untuk kebaikan atau keburukkan. It's up to you...........
Technorati Profile

Kamis, November 08, 2007

My Mind: Talking politics and Religion

I don't wanna talk about politics in my blog, since this blog is not dedicated for it. in my opinion if I wanna talk about politics i can use any other media, NOT MY BLOG.
I realize that sometimes our nationalism often drives us to make a deal with politics. Should nationalism always be related with politics? The answer is maybe yes, may be no. (like an advertisement on TV "may be yes may be no")

If u ask me "have u a nationalism in your spirit?". I will say yes , but it doesn't mean that I enter the politics world. I try to avoid it because i know what the politics is. May be I am wrong but in so many cases politics often be a reason for a man to do anything that he thinks right even it breaks the law.

Actually, politics sometimes is needed to make us survive in this world which full of hypocrite people, so for me to enter the politics world I must understand what my motive is. if my motive to enter politics world is just to be a famous man, we can do it without politics. If my motive is to be a rich man, I can avoid politics world cause so many other ways to be rich man. If my motive is to be a humble man, politics world is not a good way. If my motive is to be a Umat leader, build ukhuwah islamiyah, protect aqidah, spread love and peaceful of Islam I would take a risk to join in the politics world.

Why aqidah is so important in my life? Because aqidah is the rule of my life to have a good life in this world and hereafter. If you think I am a fanatics Muslim I will say "yes you are right", but even though I am fanatics in religion it doesn't mean that I hate non Muslim believers and I want to force any other people outside Islam to embrace Islam. For me religion is an option that we believe, so as an option a person can choose what religion which is best for him/her. My religion teaches that we have no right to force any one else to embrace Islam, let him choose the best faith for him/her.
As long as he/she respects our faith so do we must respect their faith. My fanatics is only for myself in order to maintain my faith (hope every Muslim has this commitment)

One thing that often disturb my mind recently, there are so many Muslims are quarreling each other, they hate each other, and even they kill each other. They forgot if they are brothers in Islam, just because of small things they even fight each other. Okay brother let's keep our ukhuwah Islamiyah to show the world that we are humanize people and to spread the noble of ISLAM.

Some day I just want to see that all Muslim can be united wherever and whenever. They help each other and build a better new world and all Muslim be proud of their believes. I know to implement this is not easy, but from now on I hope we can start from ourselves and from the small things. Do not Give up because so many things to be learned in this world.

SEV PASCAL 081107

Jumat, November 02, 2007

Tuangkan Gagasan Dalam Tulisan

Aku yakin apa yang ku tulis belum tentu berarti dan di butuhkan oleh orang lain, aku juga sadar apa yang kutuangkan dalam tulisan belum tentu membuat orang tertarik dan peduli, aku juga tahu kalau tidak semua orang senang membaca tulisan orang lain. meskipun demikian aku tak peduli, sebab belajar menuangkan gagasan dan pikiran adalah suatu cara yang baik untuk membuat pikiran kita lebih terbuka dan terlatih untuk berpikir cermat dan cepat.

Melatih pikiran dan pemahaman tidak hanya melulu dengan permainan atau mengrajakan tugas2 sekolah atau kuliah, ataupun dengan mengisi TTS, tapi melatih pemikiran juga bisa dengan cara menuangkan gagasan dan pemikiran yang kita punya dalam bentuk tulisan. Kenapa bisa? karena ketika kita menuangkan gagasan, pikiran kita terus berupaya memanggil informasi yang saling berkaitan dan kompleks menjadi suatu alur yang dapat dipahami oleh orang lain dan diri kita sendiri, sementara otak berpikir dan mengembangkan informasi anggota badan yang lain pun seperti tangan dan jari secara spontan menguraikannya ke dalam bentuk tulisan. Apalagi jika bentuk tulisan itu dituangkan dengan cara mengetik di papan keyboard, di sini faktor daya ingat dan mata juga sangat berperan penting dalam penyaluran informasi dari otak kita ke media di mana kita menuangkan gagasan serta informasi. ketika inilah kedua belah otak berfungsi secara seimbang ditambah faktor psikomotor membuat otak kita semakin terbiasa berpikir cepat. Selain itu imajinasi juga akan membuat seseorang terbawa kepada suatu wilayah di mana zona tersebut tidak bisa dan belum tentu digapai oleh orang lain. Jadi kenapa kita tidak mulai dari sekarang, tak perlu banyak kalau memang belum terbiasa tapi sering itu lebih baik meskioun tak banyak. Coba betapa banyak informasi yang begitu berharga yang tersimpan di otak kita hanya menguap begitu saja tanpa tersimpan dalam suatu media jika kita tak pernah menuangkan informasi dan gagasan yang kita punya.
(sev pascal 11-07)

Smoking? Definitely No way................



">Hei what's up with smoking? nothing just wanna say that until this last minute i don't smoke. Why? don't u feel not to be a real man if u don't smoke?

For this question i really don't care whether i'm not to be a real guy or not if i don't smoke. in my opinion smoking is not a good habit (sorry for the smokers mania) except wasting our money, smoking also not good to our lungs, and blood circulation, can cause cancer and many other diseases.
Frankly speaking, when i was in elementary school i used to smoke, however when my sister knew about my bad habit she got mad at me and we were quarreling, then i realized that she was right. And from that time until now i avoid to smoke, even my friends often ask me to do so i will reject with no reason at all and just say thank you. Once i say no till whenever (for this case) i will say no, except smoking is the only one way to make me stay alive might be i will say "yes".

Kebahagiaan itu ada di mana?

Bicara mengenai kebahagiaan sebenarnya bicara sesuatu yang abstrak, abstrak dalam artian sulit dijelaskan secara logika dan tak bisa digambarkan secra kasat mata. kenapa? karena kebahagiaan sebenarnya yang merasakan adalah jiwa kita dan jiwa adalah suatu yang abstrak coba tanya apakah kita pernah melihat bagaimana bentuk jiwa? apa warnanya? nah kalau tak tahu berarti itu artinya abstrak.
sering orang berkata kenapa hidup aku ni tak bahagia, kenapa tak dikaruniai kebahagiaan, atau kapan aku bisa bahagia. Nah yang menjadi pertanyaan sesunguhnya adalah sebenarnya kebahagiaan itu ada di mana? apakah ada pada orang kaya, orang miskin, lelaki, perempuan, orang tua, anak muda, di gunung, di laut, di darat, di udara atau di mana........?
Aku nak sedikit cerita tentang sebuah kisah yang lama sekali aku dengar. macam mana ceritanya?

Pada suatu waktu tersebutlah seorang penggali batu yang hidupnya sangat sederhana, setiap hari kerjanya hanya menggali batu di gunung. Batu-batu yang dia gali kemudian dia kumpulkan dan di jual kepada seorang cukong dan tentu saja si cukong ni membelinya dengan harga yang sangat murah. Tapi si tukang batu ni tak punya pilihan lain selain menjualnya pada cukong tersebut. Dari hari-kehari pekerjaanya ini dia tekuni dengan sabar meskipun hidupnya serba kekurangan. Hingga suatu masa ketika dia sedang memecah batu pada sebuah bukit batu yang terjal dia merasa sangat kepanasan sekali hari itu. "ini semua adalah kerjaan matahari, wah seandainya aku bisa menjadi matahari tentu aku bisa bahagia dan bisa menghangatkan bumi beserta isinya ini"
Sesaat kemudian di tertidur, tapi ketika dia terbangun dia merasa bahwa dirinya telah menjadi matahari dan dengan bangganya dia menyinari seluruh alam ini bahkan seluruh pegunungan di bumi, tapi ketika dia dengan nyamannya menyinari bumi dia merasa jengkel dan sangat tak bahagia ketika ada yang menghalangi, apa itu? ya sekumpulan awan yang berarak di langit mengganggu ketentraman sang matahari sehingga sang matahari tadi tidak lagi leluasa menyinari dan membuat panas makhluk yang ada di bumi, maka sang matahari jadi-jadian pun berpikir.
"wah kebahagiaan ku belum juga sempurna kalau begini, ternyata masih ada yang menggangu kenyamananku. kalau begini aku belum merasa bahagia, coba aku jadi awan ah alangkah bahagianya"
Tiba-tiba BUZZZ......... matahari jadi-jadianpun berubah menjadi awan, lalu dengan bangganya dia menyelubungi bumi dan menurunkan hujan dengan lebatnya sehingga banyak terjadi banjir di mana-mana serta menghancurkan banyak gedung-gedung dan bangunan yang ada di bumi. Sang awan pun merasa sangat bahagia, tetapi ketika dia melihat gunung batu yang begitu teguhnya berdiri dan tidak sedikitpun terpengaruh dengan hujan yang diturunkannya. "Aduh ni gunung batu alangkah kuatnya hujan yang aku turunkan tidak sanggup membuatnya bergeming sedikitpun, wah kebahagiaankupun menjadi sirna kalau begini rasanya aku lebih bahagia jadi gunung batu"
lalu DUARR........tiba-tiba sang awan berubah menjadi gunung batu yang teguh menjulang tinggi, dan gunung batu itupun merasa bangga dan bahagia sekali bahwa dia merasa begitu kuat, baik matahri maupun awan tak satupun dapat meruntuhkannya. Namun tak berselang lama seorang tukang gali batu datang membawa linggis dan peralatan menggali batu lainnya, kemudian dengan santaianya dia pun mulai menggali batu yang ada di gunung batu tersebut.
"oow aku ketahuan eh salah..aku ada yang mengalahkan ni, masak seorang tukang batu bisa mengalahkan keperkasaan aku. Aku sangat tidak merasa nyaman ternyata seorang tukang batu lebih hebat dari aku. rasanya aku lebih bahagia kalau menjadi tukang batu"
tiba-tiba PLAAAk... sebuah kerikil mengenai seorang tukang batu yang tertidur, eh rupanya gunung batu tersebut adalah impian dari si tukang batu yang sedang tertidur di tepi gunung batu yang sedang dia gali, lalu si tukang batu itu terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa apa yang menimpa dirinya hanyalah sebuah mimpi belaka.

Dari cerita di atas aku cuma mau menunjukkan bahwa sebenarnya kebahagiaan itu ibarat pelangi ketika ia didatangi eh rupanya malah menjauh, ketika kita menjauh kadang-kadang dia mendekat. Kita mungkin bisa bilang alangkah bahagianya menjadi seorang pejabat, tapi mungkin juga seorang pejabat berkata alangkah bahagianya bisa menjadi rakyat biasa. seorang pegawai swasta mungkin berkata alangkah bahagianya menjadi seorang PNS tapi banyak juga PNS yang berkata alangkah bahgaianya menjadi pegawai swasta. Begitu juga dengan yang lainnya.....

AKU MAU SEDIKIT MENGINGATKAN UTAMANYA BAGI DIRI AKU SENDIRI, BAHWA SEBENARNYA KEBAHAGIAAN DATANG DARI HATI KITA SENDIRI. BERUSAHA MAKSIMAL ATAS SETIAP USAHA KITA DAN BERSYUKUR ATAS APA YANG KITA DAPAT ADALAH JALAN YANG TERBAIK UNTUK MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN.

Rabu, Oktober 31, 2007

Sekedar Pendapat atas kepedulian saya atas negara ini

Pernah tak terpikir dan berupaya untuk memberi yang terbaik bagi bangsa ni sesuai yang kita bisa? jika jawaban kita pernah itu artinya kita masih ada rasa cinta pada bangsa negara ni, jika jawaban sering itu artinya kita memang seorang patriot, tapi jika kita tidak pernah itu artinya kita seorang "invidualistis" (maaf).

Memberi bagi negara bukan hanya sekedar membayar pajak, tapi memberi bagi negara juga bisa diwujudkan dengan sumbangsih pemikiran dan kinerja kita dalam kehidupan sehari-hari. jika seseorang telah mempunyai kepedulian terhadap bangsa dan negaranya itu artinya di sudah mulai mengenali hakikatnya sebagai seorang anak bangsa. Jika seluruh anak bangsa bertekad dan mempunyai rasa kepedulian terhadap bangsa dan negaranya sudah tentu negara ini akan lebih maju selangkah.

Apa saja bentuk kongkrit kepdulian kita:
-Menjadi yang terbaik pada bidang kita masing-masing
-Menjadi teladan bagi orang lain
-Selalu terus meningkatkan kinerja kita atas pekerjaan yang kita lakukan
-Tidak purtus asa jika mengalami kegagalan
-Dan masih banyak hal lain yang dapat membuat anak bangsa ini dapt lebih produktif

Senin, Oktober 29, 2007

Bengkulu.....? ya gempa. Gempa ya...... Bengkulu

Hehe......judul postingan di atas agak sedikit memvonis memang, tapi tak apa lah orang aku cuma mau cerita sikit mengenai gempa khususnya yang terjadi di Bengkulu ni.

Terkadang aku heran kenapa Tuhan membiarkan Bengkulu pada jalur gempa, tapi itulah faktanya. Di bengkulu ni kata gempa bukan lagi hal yang aneh karena memang Bengkulu ni sering dan terbiasa diguncang gempa. Dulu waktu tahun 2000 ketika itu pada malam hari sekitar pukul 23 lewat, Bengkulu berguncang dengan dahsyatnya, banyak sekali bangunan yang rontok, rumah dan gedung2 roboh, jalan2 banyak yang retak dan ketika itu bengkulu lumpuh. Setelah gempa 2000 entah barapa ratus kali bumi raflesia ni di guncang gempa namun intensitasnya tidak besar, tapi........pada tahun 2007 kembali gempa ganas mengguncang Bengkulu, Masya Allah bengkulu porak poranda terutama di wilayah Bengkulu utara dan muko2. Banyak perumahan dan gedung2 yang hancur serta rata dengan tanah.
Aku cuma sedikit nak mengingatkan ni, sehubungan Bengkulu ni rawan gempa jadi kita harus selalu waspada terhadap musibah ini dan jangan terpancing isu yang menyesatkan, jika masyarakat panik bahaya akibatnya, perekonomian dan aktifitas masyarakatpun bisa ikut lumpuh.... seprti isyu terakhir yang menyebutkan bahwa pada tanggal 24 Desember diramalkan akan terjadi gempa yang lebih dahsyat dari gempa tahun 2000. Sebenarnya siapa si yang tahu dengan pasti? Siapa yang dapat meramalkan dengan yakin? Kenapa harus tangal 24 Desember, kenapa tidak tanggal 25 saja misalnya?
Sebagai perbandingan, banyak negar maju seperti Amerika pernah dilanda gempa yang dahsyat dan Jepang yang sudah kita ketahui teknologinya sudah tergolong sangat modern begitu seringnya dilanda gempa yang memporak-porandakan bangunan dan fasilitas yang telah dibangun dan juga berapa banyak korban jiwa yang melayang akibat korban gempa ni di Jepang sana. Sekarang aku mau tanya apakah di sana tidak punya alat pendeteksi gempa? Apakah mereka tidap punya professor paling botak yang dapat memperkirakan gempa? Kenapa disana masih juga terdapat korban jiwa yang tidak sedikit?
Sebenarnya intinya berpulang kepada kita dalam menaggapi isu tersebut. Dan menurut hemat aku sebaiknya kita dapat menyikapinya dengan sikap yang bijak, tidak terbawa arus tetapi harus tetap selalu waspada.


Recent Coments