Google

Welcome, Selamat datang , Marhaban, Wilujeng sumping, Sugeng rawuh. Thank you, Terima kasih, Jazakallah, Haturnuhun, Maturnuwun. SEV PASCAL .

Tampilkan postingan dengan label Relax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relax. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 07, 2008

Sentuhanmu 

Terpana aku pada sentuhan keramatmu,

Menyeret aku mentafsir memori silammu,

Dulu ku ragu apa yang terbuku di hatimu.

 

Surut debarku pada usapan manteramu,

Tunduk ungkalku pada ketegasan dirimu,

Terpasak semangat pada keyakinan tekadmu,

Keakuranku pada tunjuk dan titah arahanmu.

 

Oh ayah, tak pernah ku Tanya, kemana tumpahnya keringatmu,

Oh ayah, tak pernah ku hitung, berapa banyak kerutan di dahimu yang kupinta hanyalah kemauan hatiku yang sedaya ayah laksanakan

 

Kau pendorong bukanlah pendesak,

Apalgi memaksa diriku,

Aku terdorong bukan terdesak,

Apalagi rasa terdera.

 

Tak tertulis dugaan menduga,

Apalagi takdir yang menerpa,

Aku mengharap bukan menolak

Apalagi coba melupa

 

Lestari kasihmu tanpa batasan,

Sempadan waktu yang memisahkan,

Abadi hingga kehujung usia akhirat masa,

Sentuhanmu amat bermakna………….

 

by: In-Team

Just a Poem

An Entrapment

My love, I have tried with all my being
to grasp a form comparable to thine own,
but nothing seems worthy;

I know now why Shakespeare could not
compare his love to a summer’s day.
It would be a crime to denounce the beauty
of such a creature as thee,
to simply cast away the precision
God had placed in forging you.

Each facet of your being
whether it physical or spiritual
is an ensnarement
from which there is no release.
But I do not wish release.
I wish to stay entrapped forever.
With you for all eternity.
Our hearts, always as one.

- Anthony Kolos -


The Girl Who Got Bigger n Bigger

There was once a girl who wanted to be grown up like her parents, so she made a special drink that would make her grow, and she did grow. She grew until she was as big as her parents, but she didn’t stop there. She kept on growing until her foot was the size of her house.

She quite enjoyed being suddenly so big, but her parents were annoyed. She found her breakfast was too small to fill her up, and even after several bowls of corn flakes she was still very hungry. Her mother had to start making some big clothes for her. Her father just looked at her, then he went to work.

She spent all that day visiting towns and villages that she had never been able to go to before. People were pleased to see such a big girl, and offered her great platefuls of food and a tanker which was full of milk for her to drink. In one place she even drank a swimming pool full of lemonade. After that she felt quite sick.

Night fell and she saw that she was completely lost. Nobody could show her the way back home, and she couldn’t tell anybody where she had come from, because she didn’t know. A farmer let her stay at his farm for the night, and she made a scratchy bed on a stubbly hill. She cried herself to sleep and felt sad because nobody was as big as her.

In the morning she awoke and was dismayed to see that sure enough she was still just as big. Saying goodbye to the farmer she set off early, determined to find her way home. Every stride seemed to be about half a mile long. Suddenly she felt a tap on her shoulder, which she hadn’t quite expected what with being so tall. It was a boy. And he was even bigger than she was.

‘Hello,’ said the boy.

‘Did you make a drink to get big and grow big too?’ asked the girl, wide-eyed.

‘Yes,’ he replied, ‘This is my town.’ He pointed to the small town which was spread out on the ground before them like a carpet. There were mountains beyond it and a lake. The girl explained to him that she was lost and he invited her to come and stay with him. He even offered to loan her some of his big clothes but she shook her head, saying, ‘No thanks. I’m tired of being too big. I want to be small.’

With that she shrank back down to her original and normal size. ‘Wow,’ she gasped, ‘I wasn’t expecting that.’ She told him where she thought she lived, and the boy said he thought he might know where it was. He seemed a little disappointed that she was no longer big, but nevertheless let the girl ride on his shoe as they walked, and she clung happily onto one of his enormous laces.

When they arrived at the girl’s home she leapt to the ground and shouted, ‘Thanks for the lift!’ The boy gave her a big grin and marched away, humming to himself. His humming was as loud as a small orchestra. The girl’s mother and father were waiting in the town hall. They were very worried. Her father was pacing about, and her mother was sitting rather too still. She had been knitting a jumper. Her brow was knit too. When the girl bounded in they were extremely pleased to see her.

When they got home they all had shepherds pie, then ice cream and strawberries, and the girl was allowed to stay up until half past nine with her parents, playing game after game of cards. But she couldn’t help wishing to be big again like the boy, because his head had brushed the clouds in the daytime, and at night-time the stars.

storieshome.html

Posting Iseng

Kejarlah Daku Kau Kutangkap
 

 

Bila cinta sudah menghampiri, segala macam cara, akan dilakukan biar cinta itu berbalas. Eits, jangan buru-buru donk! Kalau kamu gak pakai trik, bisa-bisa incaran kamu kabur, karena kaget dengan serbuan cintamu. So, lihat dulu triknya, agar dia yang berbalik penasaran sama kamu. Akibatnya umpanmu termakan, cintanya ku dapatkan!

 

Bila kamu sedang naksir, ada baiknya sikap kamu :

 

  • Sering kasih salam manis lewat teman-teman dekatnya.
     

  • Kalau pas berpapasan, sebaiknya kamu beri senyum yang tulus dan jauh dari kesan memaksakan diri.
     

  • Pinjam buku catatan, dan kembalikan kalau dia mulai mengingatkan. Tentu saja dengan meminta maaf penuh simpatik.
     

  • Sesekali telfon incaran kamu, bukan apa-apa, kamu bisa tanya soal pelajaran atau yang lain. Atau kasih sms yang kalimatnya penuh perhatian.

 

 

Wah, siap-siap deg-degan deh, jika kamu sudah memberikan sinyal-sinyal itu, mau gak mau perhatian gebetan akan beralih ke kamu. Apalagi kalau sinyal itu terus-menerus kamu Tebarkan. Bila sang incaran mulai bereaksi kamu harus waspada. Misalnya, dia mulai membalas salam kamu atau menjawab sms. Yoi, jangan langsung mengiyakan saja bila calon doi mulai mendekat. Itu tanda doi mulai terpancing dalam jeratmu. Kamu bisa praktekkan trik di bawah ini :

 

  • kalau dia mulai sering nelfon, kamu bisa berpura-pura sedang gak ada di rumah. Dengan begitu, dia akan penasaran. Tapi jangan juga terlalu sering gak terima telfonnya.
     

  • Mulai kurangi telfon dia. Dengan begitu, ada tandanya besar di hatinya. Minimal dia akan merasakan kehilangan karena kamu jarang menelfon.
     

  • Bila dia mulai mengajak ketemuan atau nonton, sebaiknya jangan langsung di jawab iya. Tapi bisa kamu jawab belum ada waktu atau sedang sibuk. Bisa lain kali. Padahal sih, sebenarnya kamu girang banget. So, kalau bisa tahan dulu deh perasaan itu. 
     

  • Kalau misalkan sudah janji, kamu bisa berpura-pura lupa. Tapi ingat, jangan lupa beneran, tapi karena sibuk. Nanti malah dia punya pikiran kalau kamu gak ada perhatian.

 

 

Bila kebetulan berpapasan, pura-pura nggak ngelihat. Tunggu biar dia duluan yang menyapa. Ingat itu hanya trik aja lho

Nah, bila ranjau-ranjau cinta sudah kamu tebar, dia jadi makin penasaran. Tapi ingat ya, ranjau-ranjau itu jangan menyakitkan dia dan kamu sendiri. Memang, biar jeratanmu tepat mengenai sasaran, kamu harus pintar-pintar menarik ulur perasaannya. Yaitu, dengan tips dan trik seperti di atas. Nah, bila kamu sudah benar-benar mampu membuat dia mengejar kamu, tinggal kamu tangkap. Ingat, jangan kelihatan banget kalau kamu sebenarnya yang membuat dia mengejar dan menangkapmu. Oke deh... Selamat mencoba...


Preference : ANEKA yess!




Selasa, Agustus 26, 2008

Si Bisu dan Si Buta Naik Sepeda

Ada dua orang Si BUTA & Si BISU mau kepasar naek sepeda dan terjadilah perbincangan sebentar untuk menentukan siapa yg mengemudi dan siapa yg bonceng.

BUTA : "Kita kepasar yuk.."
BISU : "Aug.." (maksudnya ayo, maklum ga bisa ngomong jd bahasanya cuma aug aug aug)
BUTA : "Naek sepeda dan gue yg bawa yach kmu tinggal bonceng aja"
BISU : "Aug auh aug aug" (mksudnya : mang km bisa?km kan buta?)
BUTA : "Bisalah.., tar km tunjukin aja arahnya klo kiri pukul aja kakiku yg kiri, dan sebaliknya dan klo lurus diem aja.dan klo pengen kenceng km juga teriak yg kenceng yach"
BISU : "hu uh" (iya udah)

Mulailah mereka berjalan kepasar dengan sepeda dan si BUTA lah yg mengemudi, tapi pas dijalan musibah pun datang.

BUTA : "Kemana neh arahnya?"
BISU : "Puk!" (mukul kaki kanan)
BISU : "Puk!" (kiri)

Dan tiba-tiba ada angkot yg datang dr arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, si BISU ketakutan

BISU : "Aug..aug...auh" (maksudnya AWAS ADA ANGKOT DIDEPAN)
BUTA : "Ada apa seh ?"
BISU : "Auuuuuuuggggghhh,,,aug" (makin keras aja tuh teriak dan sambil mukul2 kaki nya) (si BISU tampaknya ga sadar klo makin keras dia teriak makin kenceng aja si BUTA ayun sepedanya)
BUTA : "Kamu minta kenceng??"
BISU : "Aug...aughhhh huuuu..."
BUTA : "Kurang kenceng ??? Ngomong donk dari tadi (angkot pun makin dekat)
BISU : "AAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHH"

AKHIRNYA DITABRAK JUGA TUH ANGKOTNYA

Recent Coments